“MENGENAL PENERBIT INDIE”
Oleh ROBIATUL ILMIYAH
Kelas Belajar Menulis Gelombang ke-27
Pertemuan
ke- 17
Moderator : Helwiyah
Narasumber : Mukminin, S.Pd., M.Pd.
Tema
: Mengenal Penerbit Indie.
Kelas
belajar menulis malam ini dibuka oleh moderator ibu Helwiyah dengan sebuah
pantun berikut :
Bunga
sekuntum mekar berseri,
Disunting
gadis dari Betawi,
Assalamuu’alaikum
pegiat literasi,
Salam
jumpa dengan Bu Ewi
Moderator
pun menyampaikan pesan pembuka dari narasumber seperti berikut :
“Guru
yang hebat adalah guru yang berkarya dengan bukti menerbitkan buku. Memberi
contoh langsung anak didiknya, ada bukti buku guru yang terbit untuk mendorong
anak berkarya dan ikut terbitkan bukunya”
Bapak narasumber kita pada malam hari ini adalah Bapak
Mukminin yang akrab disapa Cak Inin. Beliau menuturkan, bahwa pada
zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai
pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan
menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yg kita bayangkan. Apalagi sebagai
seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak
kisah dan pengalaman inspiratif yang perlu kita tulis dan terbitkan buku menjadi hal yang bermanfaat untuk orang lain
atau pembaca.
Untuk
bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu
juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.
Berbicara
motivasi, ada banyak kata-kata agar kita terus semangat menulis. Melalui
kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam
berkarya.
Kata-kata
Mutiara motivasi diri bagi seorang penulis:
1."Semua
orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan
dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib
2.
"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka
jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali
Untuk
mewujudkan itu memang butuh
ketekunan, perjuangan dan juga tekad
serta motivasi tinggi agar tidak goyah
saat menjalani proses menulis.
Tahapan Cara Menulis
dan Menerbitkan Buku yang Tepat.
Seorang
yang ingin bisa menulis dan menerbitkan
buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus
dilalui:
1.
Prawriting
a. Tahap awal penulis mencari ide
apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention).
b. Penulis harus kreatif menangkap
fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.
2.
Drafting
Penulis mulai menulis naskah buku sesuai yang dengan apa yang dia sukai ( pasion).
Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuk kreatif
merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.
3.
Revisi
Setelah
naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik
dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,
naskah mana yang perlu ditambahkan.
4.
Editting / Swasunting
Setelah
naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan.
Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap
ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan
sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis
dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai
EBBI.
5.
Publikasi
Jika
tulisan Anda yang berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap
Publikasi atau penerbitan buku.
Pertanyaannya
apakah kita sudah mempunyai
pandangan penerbit yang
akan menerbitkan buku kita?
Jawabnya
adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) yang kita suka. Di dalam grup kelas belajar menulis bareng PGRI ini
ada 4 peberbit indie, yaitu :
✓ Oase
✓ Gemala
✓ YPTD dan
✓ Kamlia Press Lamongan.
Narasumber mengajak kepada kita sebelum
menerbitkan buku marilah kita melek dulu tentang penerbit.
( Penerbit Mayor dan
Penerbit Indie )
Oleh
= Cak Inin
Penerbit
buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie.
Apa
perbedaanya? Berikut adalah ulasan
singkat menngenai perbedaan penerbit Mayor dan
kedua penerbit Indhie.
1. Jumlah
Cetakan di penerbit mayor.
#
Penerbit mayor mencetak bukunya secara
masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000
eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
#Penerbit
indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang
dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui
media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.
2. Pemilihan
Naskah yang Diterbitkan
# Penerbit
mayor :
Naskah
harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu
saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara
masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang
akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan
setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin
ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
# Penerbit
indie :
Tidak
menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan;
tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta
tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami
terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan
tulisannya.
3. Profesionalitas
#
Penerbit mayor :
Penerbit
mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar
mereka.
#
Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak
sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual.
Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan
Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas
masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran
penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam
coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus
cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).
4.
Waktu Penerbitan
#
Penerbit mayor :
Pada
umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3
bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat,
tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah
penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur
kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam
waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan
dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
#
Penerbit indie :
Tentu berbeda kami akan segera memproses
naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa
terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut
ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah
karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki
pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
#
Penerbit mayor :
kebanyakan
penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan.
Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah
3-6 bulan penjualan buku.
#
Penerbit indie :
umumnya
15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan
dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll
6. Biaya penerbitan
#
Penerbit mayor :
Biaya
penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku
begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang
sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang
banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku
terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.
#
Penerbit indie :
Berbayar
sesuai dengan aturan masing-masing
penerbit. Antara penerbit satu dengan yang
lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Mari
kita baca bapak ibu sehingga gamblang perbedaan peberbit Mayor dan penerbit
Indie ( Indepedenden)
Karya
yg mau cetak Nasakahnya dalam microsoft word
Urut
: judul, kata pengantar, daftar isi, naskah sesuai urutan isi, Daftar pustaka
jika ada, sinopsis, dan foto dan biodata penulis
Harga Penerbitan buku
di Kamila Press Lamongan ( harga sewaktu-waktu bisa berubah).
✓ Biaya Cetak buku A5, kertas Bookpapar (coklat halus) atau HVS
putih
(termasuk
biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku, PO buku, sertifikat). Minimal cetak 10
buku mulai 1 SEPTEMBER 2022.
CETAK BUKU A5:
A.
60 halaman:
#
Cetak 10 buku/ eksp. = 645.000 + Ongkir
B.
70 hlm:
#
Cetak 10 buku = 665.000 + Ongkir
C.
85 hlm :
#
Cetak 10 buku = 673.000 + Ongkir
D.
90 hlm:
#
Cetak 10 Buku = 728.000 + Ongkir
E.
100 hlm:
#
Cetak 10.Buku = 738.000 + Ongkir
F.
125 hlm:
#
Cetak 10 buku = 764.000 + Ongkir
G.
150 hlm=
#
Cetak 10 buku = 815.000 + Ongkir
H.
200 hlm:
#
Cetak 10 buku = 855.000 + Ongkir
I.
250 hlm:
#
Cetak 10 buku = 915.000 + Ongkir
J.
300 hlm:
#
Cetak 10 buku = 970.000 + Ongkir
H.
350 hlm.
#
Cetak 10 buku = 1.120.000 + Ongkir
I.
400 hlm.
#
Cetak 10 buku = 1.170.000 + Ongkir
J.
450 hlm.
#
Cetak 10 buku = 1.220.000 + Ongkir
K.
500 hlm.
#Cetak
10 = 1.270.000 + Ongkir
#SETELAH CETAK 10 BUKU
DENGAN JUMLAH HALAMAN DAN HARGA TERSEBUT. MAKA, Lebihnya dihitung harga
cetak ulang ( CETAKAN BUKU KE-11 dst.):
1. Cetak buku 60 hlm
Harga
@ 22.000
2.
Cetak buku 70-75 hlm harga @23.000
3.
Cetak buku 100 hlm. Harga @ 25. 000
4.
Cetak buku 140 hlm harga @ 30.000
5.
Cetak buku 150 hlm @ 31.000
6.
Cetak buku 250 hlm. Harga @ 42.000
7.
Cetak buku 300 hlm. Harga @ 47.000
8.
Cetak 320 hlm. Harga @ 48.000
9.
Cetak 340 hlm. Harga @ 50.000
10.Cetak
360 hlm. Harga @ 52.000
11.
Cetak 380 hlm. Harga @ 55.000
12.
Cetak 400 hlm. Harga @ 57.000
13.
Cetak 420 hlm. Harga @ 59.000
14.
Cetak 440 hlm. Harga @ 62.000
15.
Cetak 480 hlm. Harga @ 65.000
16.
Cetak 500 hlm. Harga @ 67.000
PLUS
ONGKIR!
Smg bermanfaat!
"Ayo
Terbitkan Buku Anda untuk Anak Cucu Kita"
Demikianlah resume pertemuan kali ini dengan tema “Mengenal
Penerbit Indie”. Semoga bermanfaat untuk kita semua, calon penulis hebat. Amin ^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar