Senin, 03 Oktober 2022

 

KISAH PERJALANAN KELILING DUNIA

Oleh ROBIATUL ILMIYAH

 

Pelatihan belajar menulis PGRI

Pertemuan ke-19

Hari / Tanggal           : Senin / 3 Oktober 2022

Moderator                  : Lely Suryani

Narasumber              : Taufik Hidayat



Kelas belajar menulis bareng PGRI ini sudah memasuki pertemuan ke-19. Sudah lebih dari separo perjalanan. Awal saya mengikuti kelas ini karena memang dulu saya dengan dunia jurnalistik. Bahkan organisasi intra yang saya ikuti semasa kuliah di STAIN Pekalongan pun adalah lembaga pers mahasiswa. LPM Al-Mizanlah tempat saya belajar dan bergabung dengan rekan-rekan sesama pecinta jurnalistik.

 

Ditengah perjalanan belajar menulis yang sudah lebih dari separuh jalan ini, semangatku kembali membara, ketika melihat sepak terjang sang narasumber yang luar biasa di pertemuan malam ini. Bunda Lely sang moderator memulai kelas dengan membaca do’a seperti biasa, bunda Lely pun menyampaikan bahwa materi pada malam ini sangatlah luar biasa karena hanya baru ada di angkatan 27 ini. Kemudan bunda Lely sang moderator pun melanjutkan dengan perkenalan profil sang narasumber. Narasumber pada pertemuan kali ini beliau adalah bapak Taufik Hidayat, berikut adalah ulasan singat tentang narasumber :

 

Bapak Taufik Hidayat lahir tahun 1961 dan saat ini berprofesi sebagai dosen di sebuah Universitas di Bekasi.   Tamat sekolah penerbangan di Curug dan kemudian mengawali karir di dunia penerbangan. Karir ini yang membawanya berkelana ke manca negara dan sudah sekitar 70 negara di pelok dunia sempat dikunjungi.  Pendidikan terakhir adalah di Pasca Sarjana Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia dalam bidang Kajian Timur Tengah dan Islam.



Pak Taufik Hiayat ini dikenal dengan nama taufikuieks di kompasiana. Alasannya UIEKS ini adalah nama pemberian dari Pak Thamrin Dahlan. Teman beliau sejak kuliah di UI. UIEKS singkatan UI EKS  UI dan Ekonomi Keuanan Syariah. Kalau kita mencari di google search taufikuieks adalah beliau.

 

Berikut adalah beberapa karya beliau dari hasil berkeliling dunia dari masjid ke masjid yang beliau abadikan melalui tulisan yang dibubukan. Ternyata hoby travelling pun bisa menghasilkan karya yang luar biasa bermanfaat, bisa sebagai kenangan juga menambah pengetahuan bagi orang lain tentang tempat-tempat yang kita kunjungi. Dan sepertinya ini bisa menjadi contoh bekal bagi kita untuk mengembangkan kemampuan menulis kita.



 

Jejak langkah beliau yang suka menulis di kompasiana pun mampu membawanya untuk datang ke istana dan makan siang bareng bersama orang nomer satu di Indonesia saat ini.



Berikut adalah ulasan singkat tentang jawaban pertanyaan yang muncul pada sesi belajar menulis dengan tema “ kisah perjalanan keliling dunia “ bersama Pak Taufik Hidayat :

1.    Trik berwisata agar dapat menjadi kisah perjalanan yaitu kita selalu berusaha membuat beberapa foto  dan cari yang menarik tentang tempat wisata itu.. jangn yg umum, kemudian dari sana kita bisa mengembangkannya menjadi tulisan.

2.    Utuk membuat sebuah kisah perjalanan, kita bisa langsung menulisnya karena itu akan lebih bagus dan lebih segar terlebih kita juga masih ingat alur ceritanya, kalau sudah lama juga bisa asal ada fotonya kemudian kita bisa mengingat berdasarkan foto itu. Kita bisa menambahkan kisahnya dari brosur wisata, cerita pemandu wisata. wawancara atau informasi apa saja supaya berwarna dan menarik.

Ijinkan saya mengakhiri resume pertemuan malam ini dengan sebuah pantun,

 

Laut luas namanya samudra

Berlayar lepas menjemput asa

Untuk kita tua maupun muda

Belajar itu tak kenal usia


Terima kasih

Salam literasi!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Novel Februari Ceria hari Ke-28 "Sebuah perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

  PENGUMUMAN SELEKSI TAHAP II Desis angin malam itu terasa dingin seolah menusuk tulang masuk menembus melalui lubang jendela rumah Sovia....