KISAH PERJALANAN KELILING DUNIA
Oleh ROBIATUL ILMIYAH
Pelatihan belajar
menulis PGRI
Pertemuan ke-19
Hari / Tanggal : Senin / 3 Oktober 2022
Moderator :
Lely Suryani
Narasumber :
Taufik Hidayat
Kelas
belajar menulis bareng PGRI ini sudah memasuki pertemuan ke-19. Sudah lebih
dari separo perjalanan. Awal saya mengikuti kelas ini karena memang dulu saya
dengan dunia jurnalistik. Bahkan organisasi intra yang saya ikuti semasa kuliah
di STAIN Pekalongan pun adalah lembaga pers mahasiswa. LPM Al-Mizanlah tempat
saya belajar dan bergabung dengan rekan-rekan sesama pecinta jurnalistik.
Ditengah
perjalanan belajar menulis yang sudah lebih dari separuh jalan ini, semangatku
kembali membara, ketika melihat sepak terjang sang narasumber yang luar biasa
di pertemuan malam ini. Bunda Lely sang moderator memulai kelas dengan membaca
do’a seperti biasa, bunda Lely pun menyampaikan bahwa materi pada malam ini
sangatlah luar biasa karena hanya baru ada di angkatan 27 ini. Kemudan bunda Lely
sang moderator pun melanjutkan dengan perkenalan profil sang narasumber. Narasumber
pada pertemuan kali ini beliau adalah bapak Taufik Hidayat, berikut adalah
ulasan singat tentang narasumber :
Bapak
Taufik Hidayat lahir tahun 1961 dan saat ini berprofesi sebagai dosen di sebuah
Universitas di Bekasi. Tamat sekolah penerbangan di Curug dan kemudian
mengawali karir di dunia penerbangan. Karir ini yang membawanya berkelana ke
manca negara dan sudah sekitar 70 negara di pelok dunia sempat dikunjungi. Pendidikan terakhir adalah di Pasca Sarjana
Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia dalam bidang Kajian
Timur Tengah dan Islam.
Pak
Taufik Hiayat ini dikenal dengan nama taufikuieks di kompasiana. Alasannya UIEKS
ini adalah nama pemberian dari Pak Thamrin Dahlan. Teman beliau sejak kuliah di
UI. UIEKS singkatan UI EKS UI dan
Ekonomi Keuanan Syariah. Kalau kita mencari di google search taufikuieks adalah
beliau.
Berikut
adalah beberapa karya beliau dari hasil berkeliling dunia dari masjid ke masjid
yang beliau abadikan melalui tulisan yang dibubukan. Ternyata hoby travelling
pun bisa menghasilkan karya yang luar biasa bermanfaat, bisa sebagai kenangan
juga menambah pengetahuan bagi orang lain tentang tempat-tempat yang kita
kunjungi. Dan sepertinya ini bisa menjadi contoh bekal bagi kita untuk
mengembangkan kemampuan menulis kita.
Jejak
langkah beliau yang suka menulis di kompasiana pun mampu membawanya untuk
datang ke istana dan makan siang bareng bersama orang nomer satu di Indonesia
saat ini.
Berikut
adalah ulasan singkat tentang jawaban pertanyaan yang muncul pada sesi belajar
menulis dengan tema “ kisah perjalanan keliling dunia “ bersama Pak Taufik
Hidayat :
1.
Trik
berwisata agar dapat menjadi kisah perjalanan yaitu kita selalu berusaha
membuat beberapa foto dan cari yang
menarik tentang tempat wisata itu.. jangn yg umum, kemudian dari sana kita bisa
mengembangkannya menjadi tulisan.
2.
Utuk
membuat sebuah kisah perjalanan, kita bisa langsung menulisnya karena itu akan
lebih bagus dan lebih segar terlebih kita juga masih ingat alur ceritanya,
kalau sudah lama juga bisa asal ada fotonya kemudian kita bisa mengingat
berdasarkan foto itu. Kita bisa menambahkan kisahnya dari brosur wisata, cerita
pemandu wisata. wawancara atau informasi apa saja supaya berwarna dan menarik.
Ijinkan
saya mengakhiri resume pertemuan malam ini dengan sebuah pantun,
Laut
luas namanya samudra
Berlayar
lepas menjemput asa
Untuk
kita tua maupun muda
Belajar
itu tak kenal usia
Terima kasih
Salam literasi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar