Sabtu, 22 Oktober 2022

 

Menulis di Kala Sakit

Oleh Robiatul Ilmiyah

 

Resume ke-24

Gelombang 27

Tanggal           : 14 Oktober 2022

Narasumber     : Suharto, M.Pd.

Moderator       : Raliyanti

 

Narasumber pada kelas belajar menulis kali ini adalah beliau Pak Suharto, yang biasa dipanggil Cing Ato ini adalah seorang guru di MTsN 5 Jakarta. Beliau masih aktif mengajar dan terus berkarya menerbitkan buku. Beliau juga seorang youtuber dan masuk ke dunia cover buku. Berikut profil dari beliau. 


Kita juga bisa mengunjungi juga tautan channel youtube beliau https://youtu.be/uye6FLj30GU


Gambar di atas adalah foto beliau sekitar tahun 2017.  Awal mula keinginan beliau menulis itu muncul karena adanya kebutuhan sebagai ASN. Beliau membutuhkan karya tulis ilmiah ataupun non ilmiah untuk mempermudah naik pangkat. Apalagi ketika akan naik pangkat ke golongan IV/a persyaratannya wajib harus mempunyai karya tulis ilmiah dan buku penunjang lainnya. 

Kemudian beliau pun mencari pelatihan menulis di media sosial (Facebook). Di sana beliau menemukan pelatihan di Wisma UNJ yang diselenggarakan oleh komunitas sejuta gurublog (KSGN). Beliau bertemu dengan orang-orang hebat yaitu: Om Jay, Bang Namin, Om Dedi dan lain-lain. 


Beliau mengikuti kegiatan KSGN sekitar tiga kali. Dari sanalah, beliau mendapatkan kunci bagaimana caranya menulis. Pada pelatihan pertama beliau mendapatkan ilmu tentang menulis PTK. Pada pelatihan kedua sekitar tgl 27-29 Desember 2016 di Wisma UNJ. Dari sana beliau dapat menulis buku Antologi perdana dengan judul Bukan Guru Biasa.


Pada pelatihan ke-3 tentang public speaking, kebetulan salah satu materinya tentang menulis dan narasumbernya Om Jay. Dari Om Jay, beliau menemukan kunci bagaimana menulis. Itu pun disebabkan beliau bertanya kepada Om Jay. Beliau bertanya tentang bagaimana cara memulai untuk menulis? Apa yang harus ditulis? Dan bagaimana cara mengakhiri sebuah tulisan?

Jawaban Om Jay yang masih diingat oleh beliau, yaitu: Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis apa yang kita bisa, tulis materi yang kita kuasai, tulis apa yang kita alami, ide menulis banyak berserakan di sekitar kita, tulis dengan bahasa yang sederhana yang penting pesannya tersampaikan, dan lainnya.

Pertanyaan beliau terpilih sebagai pertanyaan yang mewakili keinginan Om Jay. Alhamdulillah, dapat hadiah dari Om Jay


Pulang dari pelatihan beliau menulis apa yang dikuasai dan alami. Hampir setiap hari menulis satu artikel.  Sambil menulis beliau tidak berhenti mencari Pelatihan menulis lagi lewat medsos.

Suatu hari Beliau melihat ada pelatihan di daerah Cipanas Jawa Barat yang diselenggarakan oleh komunitas menulis Media Guru. Beliau mendaftar pelatihan menulis selama tiga hari dua malam pada tanggal 27-29 Desember 2017.

Hampir dua tahun berturut-turut beliau berkelana mencari ilmu tentang menulis. Meninggalkan anak dan istri dengan biaya lumayan. 


Masya Allah pernah bertemu dengan Bu Erni Wardani (baju hitam) di pelatihan menulis juga. Ternyata beliau murid Om Jay juga.  Dari pelatihan ini terbitlah buku solo perdana dengan judul "Mengejar Azan" buku perdana ini kemudian saya pinta teman untuk melukisnya, lalu saya berikan bingkai dan saya letakkan di depan meja kerja.


Sebuah kebahagiaan tersendiri buat narasumber merasakan bangga mempunyai buku. Teman-teman pun banyak yang mengapresiasi dan membeli buku perdana beliau.  

Namun, semua rasa itu hilang dengan sekejap ketika tiba-tiba tubuh beliau tidak berdaya. Bahkan selama dirawat ketika itu banyak yang mengatakan beliau tidak ada harapan. Dokter sudah pesimis dan mendiagnosa bahwa beliau tidak akan lepas dari ventilator. 


Tiba-tiba pada suatu malam ventilator rusak, beliau sudah pasrah jika malam itu dipanggil menghadap sang maha kuasa. Ternyata pagi-pagi beliau masih hidup. Menurut beliau mungkin di antara penyebab masih bernafas yaitu banyak doa dari orang-orang saleh.

Sebenarnya jika ventilator rusak, beliau sudah lewat. Lebih lanjut bisa dibaca di buku "GBS Menyerangku; Kisah seorang guru bergulat dengan penyakit langkah dengan menulis" yang berminat bisa hubungi narasumber. 


Hampir satu tahun seluruh tubuh tak bergerak, setelah itu mulai satu persatu bergerak. Hari-hari hanya terbaring di tempat tidur. Jenuh, bosan, hampir saja stress. Ketika sedang melamun, tiba-tiba ada suara gawai istri yang tertinggal di rumah. Beliau meminta asisten rumah tangga untuk mengambilkan dan meletakkan di atas dada di alasi bantal lalu tempat tidurnya ditinggikan bagian kepala sehingga bisa melihat gawai.

Beliau coba menyentuhnya, ternyata bisa. Beliau merasa sangat gembira. Ketika istri pulang mengajar, beliau langsung meminta untuk diambilkan gawai yang selama setahun lebih tidak pernah digunakan. Istri langsung membelikan kartu baru. Mulailah beliau melacak Facebook, butuh waktu tiga hari baru terlacak password-nya.

Mulailah beliau menulis kembali. Beliau menulis dengan satu tema, yaitu tentang motivasi hidup. Hampir setiap hari beliau selalu menulis. Malam mencari ide dan ba'da subuh menulisnya. Beliau tidak bisa tidur kalau belum menemukan ide.

Senin sampai Jumat menulis motivasi. Sabtu dan Minggu beliau menulis tentang apa yang sedang saya alami dan rasakan. Semua tulisan beliau share ke Facebook. Banyak yang mengapresiasi dan menunggu tulisan beliau berikutnya.

Tak ketinggalan pula Om Jay sempat kaget dengan apa yang saya posting/share di medsos. Om Jay vicol beliau, padahal suara saya belum jelas. Om Jay mengajak saya untuk ikut pelatihan menulis di gelombang 8. Saya ikuti pelatihan semampu saya.

Ketika itu beliau tidak lulus, karena tidak menyetor resume. Tetapi materinya beliau simpan di blog dan wordpress. Setelah ada waktu senggang baru beliau jadikan buku.

Buku di atas berisi resume para narasumber yang yang beliau tuliskan. 

Berikut ini karya-karya beliau lainnya. 


Narasumber kita, Cing Ato membagikan HIKMAH DARI MENULIS DI KALA SAKIT. 

1. Kedatangan para youtuber (Chanel Akbar Zaenudin "Guru Inspiratif" dan Chanel Sutrisno Muslim "Kesempatan Kedua Mengubahku"


Bisa ditonton di sini https://youtu.be/qhzk01Z7y4w

2. Mendapatkan Penghargaan "Pahlawan Pendidikan" dari Bang Japar Jakarta.


3. Menjadi Narasumber pelatihan menulis di  Komunitas belajar menulis di KSGN PGRI.


Bahkan baru saja sahabat literasi minta beliau mengisi kegiatan menulis di daerah NTT (AGUPENA) Asosiasi Guru Penulis Indonesia. 

4. Banyak punya teman hingga banyak yang bantu menerbitkan buku

5. Banyak teman di tempat kerja yang terinspirasi membuat buku

Selanjutnya beliau belajar desain cover buku sehingga bisa buat untuk sendiri maupun bantu teman


Beliau memberikan kalimat motivasi terkait Menulis di Kala Sakit ini. 


Masya Allah, luar biasa narasumber pada kesempatan kai ini. Sungguh  kisah yang penuh motivasi, perjuangan beliau dalam menulis sungguh menginspirasi. Di tengah kondisi beliau yang ketika sakit, masih bisa berkarya. Yuk, bagi kalian yang masih diberikan nikmat sehat, ataupun nikmat sakit sekalipun. Tetap Semangat dan Pantang Menyerah. Sakit pun bisa Berkarya, Apalagi ketika Sehat. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Demikian resume pertemuan kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin

Salam sehat dan bahagia! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Novel Februari Ceria hari Ke-28 "Sebuah perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

  PENGUMUMAN SELEKSI TAHAP II Desis angin malam itu terasa dingin seolah menusuk tulang masuk menembus melalui lubang jendela rumah Sovia....