Sabtu, 08 Oktober 2022

 

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

Oleh Robiatul Ilmiyah

 

Kelas Belajar Menulis PGRI

Pertemuan ke - 20

Hari / Tanggal  : Rabu / 5 Oktober  2022

Moderator        : Rosminiyati

Nara Sumber    :Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd


Malam ini, kelas belajar menulis sudah memasuki pertemuan ke-20, saya kembali bergabung dengan Bapak/Ibu hebat untuk belajar bersama menggali informasi dari Narasumber hebat di Kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang 27.

Materi pertemuan malam ini sebagai referensi kita dalam menerbitkan buku maka peserta akan dibersamai oleh moderator Bu Rosminiyati dan narasumber Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd (alumni BM-4) yang akan mengupas tuntas penerbit Indie yang menjadi rekanan beliau dengan tema “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”.

Beliau adalah sosok guru blogger millennial lahir di Jakarta, 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. Berbagai capaian telah diraih beliau terkait blog dan tulisan.

Beliau adalah alumnus Belajar Menulis PGRI gelombang 4 yang mengabdikan diri sebagai pengurus kegiatan Pelatihan Belajar Menulis ini, termasuk menerbitkan sertifikat peserta yang lulus.

Tema malam ini adalah Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie.

Perlu kita pahami, ketika kita berjalan sendiri dalam membuat buku solo. kita menghubungi sendiri penerbitnya dan ikuti panduan/ketentuan dari penerbit tersebut. Disisi lain mungkin ini pengalaman pertama kita membuat buku. Maka pertemuan malam ini membantu kita agar bisa menjalani langkah menerbitkan buku

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie karena sekarang ini ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dan lain-lain.

Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima dengan tujuan agar penerbit Mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut Naskah pasti diterbitkan ✅

 

Proses penerbitan mudah dan cepat  di penerbit Indie dalam hitungan bulan saja bukan bermaksud penerbit indie itu lebih baik, tapi penerbit indie maupun mayor perlu waktu yang tepat untuk penulis. Jadi untuk penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis dan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie.

Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.

Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas  penerbitan, atau jika ingin cetak ulang.

Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Sebagai tips, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie

·         Biaya penerbitan

·         Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis

·         Batas maksimal jumlah halaman

·         Ketentuan dan Biaya cetak ulang

·         Apakah dapat Master PDF

·         Jumlah buku yang didapat penulis

Untuk mengenal daya tarik penerbit indie ini yaitu:

1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah

2. jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 150 hal A4 atau jika dikonversi ke ukuran A5 berarti 300 halaman! Jadi bapak/ibu tidak kena biaya halaman walaupun bukunya setebal 300 halaman A5.

3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee

Dalam hal menerbitkan buku memerlukan waktu untuk proses penerbitannya dan bukan seperti fotokopi yang sehari jadi.Dengan kata lain, jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya

Prosses peneritan buku itu membutuhkan  perhitungkan waktu, biasanya proses penerbitan sampai 4 bulan jika ISBN. Karena untuk medapatkan lisensi ISBN itu sekarang lama maka dibutuhkan waktu dalam penerbitannya.

Demikian sekilas penjelasan tentang penerbit indie,   pada pertemuan malam ini lebih  kurang saya ucapkan mohon maaf dan semoga ilmu  yang dibagikan bisa bermanfaat untuk dijadikan pedoman dalam menerbitkan buku .

Salam Literasi. Sehat dan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Novel Februari Ceria hari Ke-28 "Sebuah perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

  PENGUMUMAN SELEKSI TAHAP II Desis angin malam itu terasa dingin seolah menusuk tulang masuk menembus melalui lubang jendela rumah Sovia....