Kamis, 13 Oktober 2022

Mengirim Tulisan ke Majalah “ Suara Guru “

Oleh Robiatul Ilmiyah

Belajar Menulis Gelombang ke-27

Resume ke-23

Hari /Tanggal              : Rabu, 12 Oktober 2022

Oleh                            : Ratna Komala, S.Pd

Narasumber                 : Catur Nurrochman Oktavian

Moderator                   : Helwiah

 



Assalammu’alaikum Wr.Wb

Selamat malam sahabat bloger semuanya. Semoga kesehatan dan kebahagiaan senantiasa membersamai kita. Amin

Kelas belajar malami ni terasa berbeda dari biasanya. Malam ini kelas belajar dilaksanakan secara daring via zoom. Hal ini membuat saya merasa tertantang dalam mengikutinya, melihat cuaca beberapa hari belakangan ini di tempat saya kurang bersahabat, angin dan hujan adalah teman setia belakangan ini. Do’a saya semoga tidak mati lampu.

Sempat merasa sedih karena mencoba berkali-kali masuk link zoom tapi tidak berhasil. Signyal muter-muter seperti tiada lelahnya. Saya kira apa aplikasi saya yang perlu update atau memang signyal jelek karena cuaca? Akhirnya setelah sekian mencoba berhasil masuk zoom juga meski sudah terlambat lebih dari 15 menit.

Karena kelas dilakukan melalui zoom, saya pun bisa bertemu dengan seluruh peserta kelas belajar menulis meski lewat virtual, melihat dan mendengar suara secara langsung dari ibu moderator yang cantik dengan balutan hijab merahnya Ibu Helwiah dan narasumber kita beliau Bapak Catur Nurrochman Oktavian.

Pak Catur Nurrochman Oktavian merupakan guru mapel IPS di salah satu SMP di kota Bogor. Meskipun beliau adalah guru IPS tetapi beliau sangat cinta dengan bahasa Indonesia, dan dari kecintaannya tersebutlah yang mampu membawa beliau untuk aktif dan menjadi bagian dari majalah “ Suara Guru “ .

Didalam materinya beliau membagikan tentang trik dalam menulis opini di media. Berikut adalah ulasan singkat penuturan beliau mengenai materi malam ini:

1.      Kalau mau menulis di media, maka kita harus bisa menyesuaikan dengan masa. Misalnya hari guru, maka kita bisa menulis tentang isu-isu aktual tentang keguruan dan sebagainya.

2.      Tulisan harus dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.

3.      Tulisan tidak berbau unsur SARA.

Beliau menjelaskan alasan kenapa majalah “ Suara Guru “  kurang begitu dikenal oleh masyarakat. Alasannya karena majalah ini tidak didistribusikan keseluruh Indonesia, melainkan hanya didistribusikan untuk mereka yang sudah pesan saja. Mungkin kalau nanti tim majalah guru bisa kerja sama dengan kementrian pendidikan, penyaluran majalah bisa dilakukan melalui dinas pendidikan sehingga majalah “ Suara Guru “  akan mudah dikenal oleh banyak orang melalui sekolah-sekolah. Kalau kita ingin memesan majalah “Suara  Guru” kita bisa melakukan pemesanan dengan mbak Widya di 087882289299 ataupun di nomer 085814213437. Pemesanan majalah “ Suara Guru “  ini bisa juga dipesan melalui aplikasi siplah atau di market place seperti shopee atau yang lainnya. Kita bisa mengetik di tombol pencarian “ Suara Guru “ . Harga per eksemplar adalah Rp. 25.000 dan majalah “ Suara Guru “  ini terbit setiap 2 bulan sekali. Dulu pernah ada majalah “ Suara Guru “  on line, akan tetapi untuk saat ini penerbitan majalah “ Suara Guru “  masih lebih fokus ke media cetak.

Bapak narasumber juga menyampaikan kalau kita hendak mengirimkan karya tulisan kita ke majalah “ Suara Guru “  kita bisa mengirimkan naskah ke alamat email majalah.suaraguru@gmail.com dengan ketentuan jumlah karakter 600-700 kata. Imbalan yang akan diterima oleh si pengirim naskah jika naskahnya berhasil diterbitkan adalah hadiah berupa kaos, sertifikat elektronik ( bisa digunakan untuk usul kenaikan pangkat ) atau yang lainnya. Sementara bisa dari tim belum bisa memberi imbalan uang, semoga kapan waktunya bisa memberi imbalan uang sebagai penghargaan untuk si pengirim naskah.

Narasumber juga membagikan trik kepada seluruh peserta tentang trik lolos menulis di kompasiana, yaitu :

1.      Menulis isu yang aktual,

2.      Isu atau tema kita tidak kedahuluan oleh orang lain sehingga hal ini bisa meminimalisir ditolaknya naskah kita oleh tim,

3.      Jumlah karakter disesuaikan dengan yang diminta tim, misalnya harus sekian kata,

4.      Jangan membuat judul yang panjang,

5.      Tulisan mudah difahami,

6.      Tidak plagiarisme

Contoh-contoh rubrik yang ada dalam suatu majalah diantaranya yaitu :

1.      Rubrik opini

2.      Rubrik Bahasa

3.      Rubrik sastra

4.      Oase

5.      Sosok

6.      Resensi

7.      Dan lain-lain

Demikian resume materi pertemuan ke-23 ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

Salam literasi

Salam sehat dan bahagia untuk kita semua.

Wassalammu’alaikum Wr. Wb

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Novel Februari Ceria hari Ke-28 "Sebuah perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

  PENGUMUMAN SELEKSI TAHAP II Desis angin malam itu terasa dingin seolah menusuk tulang masuk menembus melalui lubang jendela rumah Sovia....