Mengirim Tulisan ke Majalah “ Suara
Guru “
Oleh Robiatul Ilmiyah
Belajar Menulis Gelombang ke-27
Resume ke-23
Hari /Tanggal : Rabu, 12 Oktober 2022
Oleh : Ratna Komala, S.Pd
Narasumber : Catur Nurrochman Oktavian
Moderator : Helwiah
Assalammu’alaikum
Wr.Wb
Selamat
malam sahabat bloger semuanya. Semoga kesehatan dan kebahagiaan senantiasa
membersamai kita. Amin
Kelas
belajar malami ni terasa berbeda dari biasanya. Malam ini kelas belajar
dilaksanakan secara daring via zoom. Hal ini membuat saya merasa tertantang
dalam mengikutinya, melihat cuaca beberapa hari belakangan ini di tempat saya
kurang bersahabat, angin dan hujan adalah teman setia belakangan ini. Do’a saya
semoga tidak mati lampu.
Sempat
merasa sedih karena mencoba berkali-kali masuk link zoom tapi tidak berhasil.
Signyal muter-muter seperti tiada lelahnya. Saya kira apa aplikasi saya yang
perlu update atau memang signyal jelek karena cuaca? Akhirnya setelah sekian
mencoba berhasil masuk zoom juga meski sudah terlambat lebih dari 15 menit.
Karena
kelas dilakukan melalui zoom, saya pun bisa bertemu dengan seluruh peserta
kelas belajar menulis meski lewat virtual, melihat dan mendengar suara secara
langsung dari ibu moderator yang cantik dengan balutan hijab merahnya Ibu Helwiah
dan narasumber kita beliau Bapak Catur Nurrochman Oktavian.
Pak Catur
Nurrochman Oktavian merupakan guru mapel IPS di salah satu SMP di kota Bogor.
Meskipun beliau adalah guru IPS tetapi beliau sangat cinta dengan bahasa
Indonesia, dan dari kecintaannya tersebutlah yang mampu membawa beliau untuk
aktif dan menjadi bagian dari majalah “ Suara Guru “ .
Didalam
materinya beliau membagikan tentang trik dalam menulis opini di media. Berikut
adalah ulasan singkat penuturan beliau mengenai materi malam ini:
1. Kalau mau menulis di media, maka
kita harus bisa menyesuaikan dengan masa. Misalnya hari guru, maka kita bisa
menulis tentang isu-isu aktual tentang keguruan dan sebagainya.
2. Tulisan harus dikemas dengan bahasa
yang mudah dimengerti oleh pembaca.
3. Tulisan tidak berbau unsur SARA.
Beliau menjelaskan
alasan kenapa majalah “ Suara Guru “ kurang begitu dikenal oleh masyarakat.
Alasannya karena majalah ini tidak didistribusikan keseluruh Indonesia,
melainkan hanya didistribusikan untuk mereka yang sudah pesan saja. Mungkin kalau
nanti tim majalah guru bisa kerja sama dengan kementrian pendidikan, penyaluran
majalah bisa dilakukan melalui dinas pendidikan sehingga majalah “ Suara Guru “
akan mudah dikenal oleh banyak orang
melalui sekolah-sekolah. Kalau kita ingin memesan majalah “Suara Guru” kita bisa melakukan pemesanan dengan
mbak Widya di 087882289299 ataupun di nomer 085814213437. Pemesanan majalah “
Suara Guru “ ini bisa juga dipesan
melalui aplikasi siplah atau di market place seperti shopee atau yang lainnya. Kita
bisa mengetik di tombol pencarian “ Suara Guru “ . Harga per eksemplar adalah
Rp. 25.000 dan majalah “ Suara Guru “ ini terbit setiap 2 bulan sekali. Dulu pernah ada
majalah “ Suara Guru “ on line, akan
tetapi untuk saat ini penerbitan majalah “ Suara Guru “ masih lebih fokus ke media cetak.
Bapak narasumber
juga menyampaikan kalau kita hendak mengirimkan karya tulisan kita ke majalah “
Suara Guru “ kita bisa mengirimkan
naskah ke alamat email majalah.suaraguru@gmail.com
dengan ketentuan jumlah karakter 600-700 kata. Imbalan yang akan diterima oleh
si pengirim naskah jika naskahnya berhasil diterbitkan adalah hadiah berupa
kaos, sertifikat elektronik ( bisa digunakan untuk usul kenaikan pangkat ) atau
yang lainnya. Sementara bisa dari tim belum bisa memberi imbalan uang, semoga
kapan waktunya bisa memberi imbalan uang sebagai penghargaan untuk si pengirim
naskah.
Narasumber
juga membagikan trik kepada seluruh peserta tentang trik lolos menulis di
kompasiana, yaitu :
1. Menulis isu yang aktual,
2. Isu atau tema kita tidak kedahuluan
oleh orang lain sehingga hal ini bisa meminimalisir ditolaknya naskah kita oleh
tim,
3. Jumlah karakter disesuaikan dengan
yang diminta tim, misalnya harus sekian kata,
4. Jangan membuat judul yang panjang,
5. Tulisan mudah difahami,
6. Tidak plagiarisme
Contoh-contoh
rubrik yang ada dalam suatu majalah diantaranya yaitu :
1.
Rubrik
opini
2.
Rubrik
Bahasa
3.
Rubrik
sastra
4.
Oase
5.
Sosok
6.
Resensi
7.
Dan
lain-lain
Demikian resume
materi pertemuan ke-23 ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.
Salam literasi
Salam sehat
dan bahagia untuk kita semua.
Wassalammu’alaikum
Wr. Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar