Rabu, 01 Februari 2023

Novel Februari Ceria Hari Ke- 1 "Sebuah Perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

SEMANGAT DI PAGI HARI


Seperti biasa, pagi itu Sovia bangun pagi dan menyiapkan segala kebutuhan keluarga sebelum ia berangkat mengajar. Ya, rutinitas yang mulai digelutinya sejak 10 tahun silam ini ia jalani dengan tulus ikhlas dan penuh bahagia. Menjadi seorang istri sekaligus sebagai wanita karir adalah impiannya. Menyukai dunia anak adalah salah satu hal yang menjadi alasan awal ketika ia duduk di bangku SMA setelah demi mengamalkan ilmu sehingga ia memilih jurusan keguruan di kuliahnya. Tentu saja hal ini memiliki alasan mendasar kenapa ia menyukai anak-anak, maklum saja Sovia terlahir sebagai anak bungsu dan ia terlahir dari keluarga yang ibunya adalah guru ngaji. Setiap malam rumahnya penuh dengan anak-anak kampung yang datang ke rumahnya untuk belajar mengaji dengan ibunya. Ketika ibunya berhalangan untuk mengajar, Sovia sering dimintai tolong untuk membantu ibunya mengajari anak-anak yang masih mengaji mengenali huruf hijaiyyah. Sedangkan anak lain yang sudah cukup lancar mengaji mereka saling simak-menyimak bacaan.

“Bund, sarapan apa sudah siap? “ Tanya Rudi selaku suami dari Sovia.

“Sudah sayang, sebentar ya” jawab Sovia singkat pada sosok lelaki tinggi yang ia nikahi sejak 6 tahun silam.

“Sayang, maaf ya pagi ini cuma bisa masakin nasi goreng sama tempe mendoan”

“Tidak apa-apa. Asal yang masak istri tercinta pasti aku makan” jawab sang suami sambil tersenyum.

Waktu terus berjalan, Sovia pun tiba di Sekolah dan mulai memasuki kelasnya. Materi pagi itu adalah matematika. Seperti biasa Sovia memulai pelajaran dengan memberikan afirmasi positif pada murid-muridnya. Ia berharap agar kelasnya berjalan dengan menyenangkan agar tujuan pembelajaran bisa tercapai sesuai rencana. Beragam alat peraga pun sudah ia siapkan dengan baik. Sovia dikenal sebagai guru perempuan yang aktif dan gemar berorganisasi. Bagaimana tidak aktif, di keluarganya ia dikenal sebagai anak bungsu yang sudah terbiasa mandiri dengan segala aktifitas. Sejak gadis ia rela melancong mengajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain demi biaya kuliah yang ia tanggung sendiri. Rupiah demi rupiah ia kumpulkan untuk membayar SPP. Maklum, sebagai anak bungsu dengan empat bersaudara, ayahnya telah lanjut usia. Sehingga ia harus kuliah sambil bekerja dan tak sering pula ia berusaha untuk mencari  beasiswa.

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Novel Februari Ceria hari Ke-28 "Sebuah perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

  PENGUMUMAN SELEKSI TAHAP II Desis angin malam itu terasa dingin seolah menusuk tulang masuk menembus melalui lubang jendela rumah Sovia....