Sabtu, 04 Februari 2023

Novel Februari Ceria Hari Ke-3 : Sebuah Perjalanan Yang Mereka Sebut guru Penggerak (Bagian 2)

 

2.      Grup Telegram

Seperti halnya guru pada umumnya, Sovia pun menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan ia gunakan di esok hari. Tiba-tiba hand phonenya berdering. Pesan telegram masuk dari sebuah grup komunitas yang ia ikuti. Rupanya anggota grup ramai membahas sebuah topik yang mereka sebut “guru penggerak”. Sovia pun tak ingin ketinggalan informasi. Ia pun turut menyimak grup dengan seksama seraya menikmati secangkir teh hangat yang telah tersaji di mejanya. Ia simak tiap chat yang masuk satu per satu. Tapi matanya seolah lelah memprotes pada tubuh yang sedari sibuk bergelut dengan anak-anak. Dipejamkan pula matanya sebentar dengan kepala bersandar di kursi. Sejenak ia memejamkan mata, Soviapun kembali menatapnya sekitar ruang kantor.

“Bu Sovia, mau pulang jam berapa? Sudah siang lo, langit juga seperti mau turun hujan” Tanya salah seorang temannya pada dirinya.

“Iya Bu Nadia, sebentar lagi saya berkemas-kemas” jawabnya pada sosok yang duduk di sebelahnya itu.

Diraihnya kontak motor miliknya dan ia pun segera meng-starter kendaraannya. Motor hitam yang setia menemaninya sejak ia kuliah dulu ia rawat dengan penuh kasih sayang. Bagaimana tidak, motor itu adalah warisan peninggalan ayahnya. Meski kadang ia mendapat ejekan dari rekannya karena motornya sudah cukup ketinggalan model, tapi baginya motor tersebut sangatlah istimewa. Sebuah kendaraan yang berhasil dibeli oleh ayahnya dari hasil panen padi di sawah tak mungkin ia lepaskan begitu saja. Baginya setiap tetesan keringat ayahnya sangatlah berjasa untuknya. Untung saja berkat perawatan yang Sovia lakukan kepada motornya itu, lima belas tahun sudah motor itu masih awet dan tetap bagus digunakan meski secara model ketinggalan jaman.

“Sudah pulang bund, bagaimana sekolahnya hari ini? Tanya suaminya.

“Alhamdulillah lancar yah” jawab Sovia singkat

Di teras rumahnya Sovia beserta suami dan anaknya duduk bersantai menikmati camilan martabak yang ia beli sepulang mengajar tadi. Disampaikannya pula tentang apa yang ia baca dari grup telegram tadi siang. Rupa-rupanya ia sudah sedikit menangkap pesan dari sebuah pendidikan guru penggerak.

“yah, tadi bunda baca info di grup telegram yang isinya ada sebuah program dari pemerintah yang namanya Pendidikan Guru Penggerak. Tapi pendidikannya lama, ada Sembilan bulan. Isinya ya tentang pendidikan keguruan. Kata teman-teman di grup, sertifikatnya sama seperti PPG ( program profesi guru ). Gratis loh yah. Kira-kira bagaimana menurut ayah? Serifikat PPG kan bisa menolong kalau tes CPNS atau PPPK yah” jelas Sovia pada suaminya itu.

“Lah itu manfaatnya apa bund? Sembilan bulan lama loh bund, PPG Prajabatan saja tiga bulan. Bunda sanggup? Luring apa daring bund?” Tanya suaminya

“Belum tahu yah, heheeheeee”

“Bunda kan masih mau ujian PPPK ( Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak ) Tahap II.

“Kan aku Cuma cerita yah”

“Hhhmmm”

Obrolan pun berhenti. Waktu sudah semakin sore. Sovia dan keluarga pun bergegas masuk rumah dan melaksanakan aktifitas lain.

Bersambung......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Novel Februari Ceria hari Ke-28 "Sebuah perjalanan Yang Mereka Sebut Guru Penggerak"

  PENGUMUMAN SELEKSI TAHAP II Desis angin malam itu terasa dingin seolah menusuk tulang masuk menembus melalui lubang jendela rumah Sovia....